Nikmat yang Allah Anugerahkan adalah Ujian

Kenikmatan termasuk Ujian? Emang iyaa? Kita Simak penjelasannya yuu….

Hai Sahabat, Mungkin Ujian yang kita ketahui selama ini adalah hanya tentang kesedihan, kekecewaan,musibah dan hal hal yg menyedihkan lainnya. Eitss ternyata Kenikmatan inipun bisa menjadi sebuah Ujian, dimana beberapa orang saat mendapatkan kenikmatan kebahagiaan, mereka lupa untuk bersyukur, Astagfirullah. Tapi Semoga Allah bimbing Kita untuk menjadi Orang yang saat Allah berikan kenikmatan kita bersyukur kepadaNya Aamiin.

Barakallahufiikum

Jenis-Jenis Ujian Keimanan bagi Umat Islam: Kesenangan, Kesusahan, Perintah, Larangan, Musibah sesuai Kadar Keimanan.

UMAT Islam di seluruh dunia akan terus mendapatkan ujian keimanan dari Allah SWT. Ujian iman bagi kaum Muslim ini bahkan muncul sejak agama Islam di turunkan ke bumi.

Allah SWT akan menguji kesungguhan keimanan kaum Muslim dengan banyak ujian sehingga di ketahui siapa yang benar-benar beriman atau pura-pura beriman alias berbohong; siapa yang sabar, siapa yang kufur, siapa yang munafik, dan siapa yang siap berjihad atau yang lari dari medan jihad kerena lemah iman.

“Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka di biarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak di uji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan pendusta.” (QS Al-Ankabut [29]: 2-3).

“Apakah kalian mengira akan (dapat) masuk surga sedang belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka di timpa malapetaka dan kesengsaraan serta di goncang (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. Al-Baqoroh [2]: 214).

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali Imron [3]: 142)

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (Munafik) dari yang baik (Mukmin)…” (QS Al-Baqoroh [2]: 179).

Ujian Keimanan: Kesenangan dan Kesusahan

Secara umum, Allah SWT menguji keimanan kaum Muslim itu dengan dua jenis ujian, sebagaimana dinamika dan ketentuan yang berlaku dalam kehidupan di dunia:

  1. Kesenangan atau kenikmatan 
  2. Kesusahan atau kesengsaraan,

Sungguh akan kami uji (iman) kalian dengan kesusahan dan (dengan) kesenangan. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan di kembalikan…” (QS Al-Anbiya’ [21]: 35)

“Dan sungguh akan Kami uji (iman) kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqoroh [2]: 155).

Muslim atau mukmin yang benar-benar beriman, akan menghadapi ujian kesenangan dengan bersyukur, yaitu:

  1. Menyadari nikmat itu dari Allah SWT
  2. Secara lisan memuji-Nya –mengucapkan hamdalah, Alhamdulillah.
  3. Mempergunakan nikmat itu untuk ibadah dan kebaikan semata. Nikmat harta, misalnya, dengan cara mengeluarkan zakat, infak, sedekah, dan mendukung dakwah Islam.

Ujian berupa kenikmatan atau kesenangan ini merupakan ujian terberat karena bisa membuat orang lupa diri, lupa Allah, dan sombong atau takabur, sebagaimana ucapan Nabi Sulaiman:

“Karunia ini merupakan pemberian Rabbku untuk menguji imanku, apakah aku bersyukur atau aku kufur. Siapa bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, sedang siapa kufur, sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS An-Naml [27]: 40).

Ujian kesusahan dihadapi dengan sabar, yakni menyadari kesengsaraan itu datang dari Allah SWT sebagai adzab, balasan kemaksiatan, atau untuk meningkatkan keimanan dan membersihkan dosa-dosa. Kesusahan dihadapi juga dengan tobat dan mohon ampunan kepada-Nya (istighfar).

“Musibah berupa apa saja yang menimpa orang Muslim akan menyebabkan Alah menghapuskan dosanya, walaupun (musibah itu) hanya berupa duri yang menusuknya” (HR. Bukhari).

“Dan berikanlah berita genbira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila di timpa musibah, mereka berkata: “Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya” (QS Baqoroh [2]: 155-156).

Ujian Keimanan: Perintah & Larangan 

Ujian keimanan secara umum adalah perintah dan larangan Allah SWT. Dalam Islam ada hal yang wajib di lakukan, seperti dalam Rukun Iman dan Rukun Islam, dan ada hal yang tidak boleh di lakukan, seperti perbuatan keji dan menyekutukan Allah SWT:

“Katakanlah: “Rabb-ku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu, dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui.” (QS Al-A’raf [7]: 33).

Ujian Keimanan: Sesuai dengan Kadar Iman

Allah SWT akan menguji seorang mukmin sesuai dengann kadar keimanannya:

“Ya Rasulullah, manusia mana yang paling berat menanggungkan bala’ (ujian iman)?”. Jawab Nabi: “Para Nabi, kemudian yang seumpamanya. Kalau seseorang ringan (lemah) dalam din (agama)-nya, maka ia diberikan cobaan sesuai dengan kadar din-nya. Dan kalau agama seseorang kuat, maka kadar ujian iman yang Allah berlakukan terhadap dirinya berat. Senantiasa seorang hamba menerima bala’, sehingga dosanya hapus” (HR Bukhari).

Demikianlah jenis-jenis ujian keimanan bagi Umat Islam. Semoga kita dan senantiasa mampu menghadapinya dan lulus dari ujian-Nya. Amin…! Wallahu a’lam bish-shawabi. 

Sumber: (www.risalahislam.com)


URGENT !!! PALESTINA MEMANGGIL KITA !!!

Hingga saat ini tak terhitung beratus-ratus jiwa telah melayang ditanah Palestina, tanah yang suci bagi ummat islam. Sejak tahun 2008, Warga Gaza, Palestina tak pernah merasakan tenangnya hidup, apalagi bahagia. Agresi yang mengerikan, tak henti-hentinya harus mereka rasakan.

Bahkan hingga Agustus 2023, sebanyak 6.407 warga Palestina telah kehilangan nyawa, dan 152.560 lainnya luka-luka.

Sumber : Arresalah

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Kekejaman Israel tak henti-hentinya memborbardir saudara-saudara kita di Gaza, Palestina.

Akibatnya jumlah korban di Palestina per 9 Oktober Pukul 21.30 waktu Palestina sekitar 721 warga Palestina meninggal dunia (syahid) dan 3890 lainnya luka-luka.

Tak terkecuali, semua orang merasakan hal yang sama. Mereka mencari kesana kemari, mencari perlindungan.

Ya Allah, Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir. Hanya Allah lah yang Maha Melindungi dan Menolong mereka. Semoga saudara-saudara kita di Palestina bisa kuat menghadapi ujian ini. Dan semoga Allah mengganti kesedihan mereka dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Aamiin.

Semoga saudara-saudara kita di Palestina bisa kuat menghadapi ujian ini. Dan semoga Allah mengganti kesedihan mereka dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Aamiin

Suatu kebaikan yang terlihat kecil oleh kita, sangat berdampak besar bagi orang lain, Insya Allah.

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (HR. Ath-Thabrani)

Semoga Allah membalas semua kebaikan sahabat . Aamiin.

Jazakumullah Khairan Katsiran

Ruko Madani Regency, Jl.Cijambe No.01, Pasir Endah, Kec. Ujung Berung 40619 Bandung West Java

Rekening Donasi Resmi a.n Yayasan Infaq Berkah

Klik Link: https://infaqberkah.id/campaign/bantupalestina

  1. 💳 131 00555 28444 (Mandiri)
  2. 💳 7317317357 (BSI)
  3. 💳 28 3355 7602 (BCA)
  4. 💳 0354 0100 1633 564 (BRI)

Informasi & Konfirmasi Donasi

Whatsapp Center: wa.me/6282116514843


Cek sosial media kami di:

Instagram : https://www.instagram.com/infaqberkahqurani/
Facebook : https://m.facebook.com/InfaqBerkahQurani
Website : https://infaqberkah.id
YouTube : https://www.youtube.com/c/InfaqBerkahQurani
Tiktok: https://www.tiktok.com/@infaqberkah

Peny Nurhayati, Volunteer Infaq Berkah

Tinggalkan Balasan