Sepucuk surat di saku pejuang

Seorang pejuang syahid, dan di saku pakaiannya di temukan sepucuk surat .

Di pertontonkan di media zionazi (entah mereka bisa mengartikan isi suratnya atau tidak. Hari-hari dalam sepekan saja dikira nama pejuang)

Namun, bagi siapapun yang memahami isi surat itu, pasti akan muncul sebuah kesimpulan: para pejuang ini ternyata memiliki inspirator yang membuat mereka gigih menghadapi musuh. Para inspirator itu tertulis dalam sepucuk surat sederhana tapi penuh makna itu. Apakah kamu tertarik untuk mengetahui isi suratnya?

Sesunguhnya, Allah telah membeli darimu…

Wahai keturunan Khalid dan Zubair, sungguh Allah telah membentangkan padamu kemuliaan perjuangan, agar kau memberi sepenuhnya kemampuanmu dan Allah membelinya darimu…

Maka, persembahkanlah yang terbaik yang kau punya, dan ikhlaskan niatmu untuk Allah semata. Sebab Nabimu pun pernah berharap agar beliau berjuang lalu syahid, dan kembali minta dihidupkan untuk berjuang lalu syahid lagi…

Maka bertakwalah pada Allah dalam apa yang kau persembahkan saat ini, agar Allah menerima darimu sebuah jiwa yang murni ketika bertemu dengan Rabb-nya…

Dan agar jiwamu kelak bisa melihat nabinya, Rasulullah, dan juga sahabat-sahabat mulia seperti Abu Umarah dan Sa’d juga Khalid. Dan ketahulilah, bahwa musuhmu sekarang adalah sebuah penyakit yang tak bisa diobati lagi. Maka kerahkan segenapmu untuk menghadapi mereka…

Dan ajarkan mereka tentang tajamnya pedang Abu Sulaiman dan berikanlah hukuman seperti hukumnya Sa’ad. Maka dengan menyebut nama Rabb-nya Khaibar kita memulai! Dan dengan pedang Dzulfiqar kita menerjang!

Sekarang, izinkan aku bertanya: Tahukah kau siapa nama-nama yang disebut oleh pejuang di surat itu? Di saku bajunya, saat ia berjuang?

Abu Umarah yang tertulis di surat itu, adalah nama lain Hamzah. Abu Sulaiman adalah Khalid bin Walid, hukum Sa’ad maknanya adalah keputusan Sa’ad bin Mu’adz yang tegas pada Yahudi. Khaibar adalah saksi kemenangan gemilang Rasulullah ﷺ atas Bani Israil, dan Dzulfiqar adalah pedang andalan Ali bin Abi Thalib.

Ya, mereka memahami Sirah Nabawiyah. Mereka memahami sejarah Islam. Mereka tahu tidak ada teladan terbaik untuk menghadapi tantangan yang begitu berat, kecuali dari generasi terbaik yang pernah melalui tantangan yang lebih berat. Maka mereka terinspirasi, mereka terbingkai oleh kisah para pahlawan besar. Karena mereka ingin mewujudkan kemenangan yang sama.

Kemenangan yang di ridhai Allah, yang terjadi dengan nilai dan keteladanan dari Rasulullah ﷺ. Learn history, repeat victory!

Sumber: Gensaladin


Hiduplah ksatria Qassam

Para penjaga Palestina

Garda terdepan pembela AlQuds

Bala tentara negeri yang gagah

Murid-murid Sang Yasin

Di sini kami akan selalu mendo’akan serta mendukung perjuangan suci ini..

Yuk sahabat, kita dukung perjuangan tentara Allah dengan klik>>> https://bit.ly/IBepedulipalestina

Konfirmasi: wa.me/6285797509845

Cek sosial media kami di:
Instagram : https://www.instagram.com/infaqberkahqurani/
Facebook : https://m.facebook.com/InfaqBerkahQurani
Website : https://infaqberkah.id
YouTube : https://www.youtube.com/c/InfaqBerkahQurani
Tiktok: https://www.tiktok.com/@infaqberkah

Peny Nurhayati, Relawan Infaq Berkah

Tinggalkan Balasan